Lancong Ke Raja Ampat, Ini Oleh-Oleh Yang Harus Kamu Beli

Lancong Ke Raja Ampat, Ini Oleh-Oleh Yang Harus Kamu Beli

Sebenarnya, Raja ampat yang indah tak kekurangan ragam kuliner, para pengunjung tak perlu kebingungan mencari makanan yang bisa mereka bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah, kebanyakan adalah makanan yang tahan lama, dan dibuat dengan bahan-bahan alami.

Lancong Ke Raja Ampat, Ini Oleh-Oleh Yang Harus Kamu Beli

Lancong ke Raja Ampat jangan lupa membawa pulang oleh-oleh khas daerah sana. Namun banyak pelancong yang tidak tahu harus membawa pulang oleh-oleh seperti apa setelah menikmati keindahan alam yang tersaji di tanah Papua. Nah, kami punya beberapa saran untuk itu.

Kita semua tahu, Raja Ampat adalah salah satu kawasan di Papua yang dikelilingi oleh lautan lepas, dan terdiri dari banyak pulau, maka tak heran jika banyak hasil laut yang didapat oleh para nelayan disana. Hasil laut tersebut diolah menjadi beberapa produk. Mulai ikan tenggiri, tuna sampai cakalang.

Nantinya, ikan-ikan ini akan dioah menjadi berbagai macam produk, dimana produk-produk tersebutlah yang akan menjadi oleh-oleh untuk keluarga di rumah, karena sudah dikemas dengan baik dan siap dibawa selama perjalanan menuju ke Rumah kamu.

Harga dari olahan ikan laut ini cukup beragam, ada yang Rp. 25000 per bungkusnya, sementara Untuk abon ikan tuna dan cakalang dihargai Rp 15.000 per bungkus. Kalau ikan asin Rp 140.000 per bungkusnya. Sedangkan untuk kerupuk sendiri, ada yang sudah benar-benar matang, sedangkan ada yang dijual mentah, alias belum digoreng.

Yang jelas, para pengunjung tidak perlu cemas membawa olahan-olahan tersebut selama perjalanan, karena tahan lama dan dipastikan tidak akan rusak sesaimpainya di Rumah nanti. Nah, selain itu, ada juga sagu yang dibuat agak keras untuk teman ngopi. Harganya hanya Rp 15.000 per bungkusnya. Hasil olahan laut ini adalah makanan khas dari Pulau Saonek di Raja Ampat. Pembuatannya pun masih berupa home industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*